Desa Kwangsan
Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo
Jumantik Kwangsan Sisir Rumah Warga, Buru Jentik Sebelum Jadi Ancaman

PemDes Kwangsan – Petugas Juru Pemantau Jentik (Jumantik) Desa Kwangsan menyisir rumah-rumah warga untuk memeriksa keberadaan jentik nyamuk sepanjang Oktober 2026. Pemeriksaan dilakukan dengan sistem sampling di 20 rumah dari 7 Pos dari Posyandu. Petugas memeriksa tempat-tempat yang lazim menjadi sarang nyamuk, seperti bak mandi, tempat penampungan air, dispenser, hingga wadah bekas di pekarangan. Langkah ini ditempuh untuk mendeteksi potensi perkembangbiakan nyamuk sejak dini dan mencegah demam berdarah dengue (DBD) di lingkungan desa.
Dari rumah ke rumah, para petugas mengamati, mencatat, dan memberi penjelasan langsung kepada penghuni tentang cara menekan populasi nyamuk di sekitar tempat tinggal mereka. Kepala Desa Kwangsan, Sutrisno, menyebut kegiatan ini sebagai upaya berkelanjutan, bukan agenda sesaat. “Melalui kegiatan rutin Jumantik dengan melakukan sampling pemeriksaan ke rumah-rumah warga, kami berharap potensi perkembangbiakan nyamuk dapat dideteksi sejak dini. Upaya ini membutuhkan kesadaran dan partisipasi seluruh masyarakat agar lingkungan Desa Kwangsan tetap bersih, sehat, dan terbebas dari ancaman penyakit demam berdarah,” ujarnya. [30/10]
Pemeriksaan jentik menjadi salah satu garda terdepan pencegahan DBD, penyakit yang kerap meningkat ketika curah hujan mulai tinggi dan genangan air mudah terbentuk. Karena itu, pengendalian tidak cukup bertumpu pada petugas, melainkan juga pada kebiasaan harian warga. Pemerintah Desa Kwangsan mengimbau masyarakat terus menjalankan gerakan 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas, serta rutin memeriksa wadah air di rumah masing-masing. Dengan kerja bersama antara petugas dan warga, risiko penularan DBD diharapkan dapat ditekan.anc


