Desa Kwangsan - Pada hari Minggu tanggal 07 Desember 2025 Pemerintah Desa Kwangsan menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Manajemen BUMDes. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar mampu mengelola unit usaha secara professional dan efisien. Kegiatan Pelatihan Manajemen BUMDes kali ini difokuskan pada pengembangan usaha budidaya ikan nila.
Pelatihan ini menghadirkan Bapak Dedy Hermansyah, S.Pi, selaku Perwakilan dari CV. Fish Boster Centre Sidoarjo, sebagai narasumber utama. Peserta yang hadir dalam kegiatan ini meliputi Direktur, Pengawas, Sekretaris, dan Bendahara BUMDes Karunia Sejahtera Kwangsan yang merupakan unsur pengelola inti BUMDes.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa budidaya ikan nila memiliki potensi usaha yang sangat menjanjikan apabila dikelola dengan sistem yang tepat. Salah satu sistem yang diperkenalkan adalah Budidaya Nila Intensif Sistem Bosterator, yang menekankan pada efisiensi lahan, efisiensi penggunaan air, percepatan masa pemeliharaan, serta optimalisasi padat tebar dan padat panen
Materi pelatihan disampaikan secara komprehensif, dimulai dari pembuatan dan persiapan konstruksi kolam, termasuk pentingnya penggunaan central drain untuk memudahkan pembuangan kotoran di dasar kolam. Selanjutnya dijelaskan tahapan persiapan dan sterilisasi kolam, pengkayaan media air melalui proses fermentasi, hingga pemilihan dan aklimatisasi benih nila berkualitas sebelum ditebar ke kolam
Selain aspek teknis budidaya, pelatihan ini juga menekankan pentingnya manajemen kualitas air dan manajemen pakan. Peserta dibekali pengetahuan tentang perhitungan kebutuhan pakan berdasarkan biomassa ikan dan feeding rate (FR), sehingga pemberian pakan dapat dilakukan secara tepat guna dan efisien. Hal ini bertujuan untuk menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan pertumbuhan ikan secara optimal.
Materi lainnya yang tidak kalah penting adalah manajemen grading dan sampling, yang berfungsi untuk mengetahui pertumbuhan harian ikan (ADG), rasio konversi pakan (FCR), serta perencanaan panen parsial. Dengan manajemen yang baik, ikan nila dapat dipanen dalam rentang waktu 4–6 bulan, disesuaikan dengan kebutuhan pasar di daerah setempat.
Melalui kegiatan pelatihan ini, diharapkan pengurus BUMDes Karunia Sejahtera Kwangsan memiliki pemahaman yang lebih mendalam mengenai pengelolaan usaha budidaya ikan nila secara profesional dan berkelanjutan. Pemerintah Desa Kwangsan berharap, hasil dari pelatihan ini dapat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kinerja BUMDes, memperkuat perekonomian desa, serta memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes). Ysa


Hendro
25 Desember 2024 10:56:56
Pak lurah kwangsan ok tok ...