Jika ada saran, pertanyaan, keluhan maupun kritikan dan pengaduan silahkan ajukan dengan menggunakan layanan dibawah...
Kantor Desa :
Jl. Mangkurejo Rt. 001 Rw. 001 Desa Kwangsan Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo Provinsi Jawa Timur, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo - Provinsi Jawa Timur
STUDI KOMPARATIF DALAM RANGKA MENINGKATKAN KAPASITAS DAN INOVASI PEMERINTAHAN DESA BERBASIS DIGITAL
Administrator | 23 Desember 2025 | 35 Kali dibuka
Artikel
STUDI KOMPARATIF DALAM RANGKA MENINGKATKAN KAPASITAS DAN INOVASI PEMERINTAHAN DESA BERBASIS DIGITAL
Administrator
23 Desember 2025
35 Kali dibuka
Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan inovasi pemerintahan desa berbasis digital, Pemerintah Desa Kwangsan bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) melaksanakan Studi Komparatif ke Desa Kauman Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro pada hari Rabu dan Kamis, tanggal 17–18 Desember 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Desa Kauman dan diterima langsung oleh Kepala Desa Kauman, Ibu Yulia Purwaningtyasari.
Pemilihan Desa Kauman sebagai lokasi studi komparatif dilatarbelakangi oleh capaian Desa Kauman yang berhasil menjadi nominator 6 (enam) besar Desa Digital tingkat Nasional. Prestasi tersebut menunjukkan keberhasilan Desa Kauman dalam mengimplementasikan transformasi digital secara terencana, berkelanjutan, dan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik serta tata kelola pemerintahan desa. Atas dasar capaian tersebut Pemerintah Desa dan BPD Desa Kwangsan memandang Desa Kauman sebagai desa rujukan yang tepat untuk melakukan pembelajaran dan studi praktik baik (best practice) pengembangan Desa Digital.
Kegiatan hari pertama diawali dengan sambutan Kepala Desa Kauman yang menyampaikan selamat datang sekaligus memaparkan profil desa serta capaian Desa Kauman dalam pengembangan Desa Digital menuju Smart Village. Dalam paparannya disampaikan bahwa transformasi Desa Kauman dimulai dari perubahan pola kerja pemerintahan desa, dari sistem manual menuju sistem digital yang terintegrasi, dengan website desa sebagai pusat layanan, informasi, dan pengelolaan data desa.
Selanjutnya Kepala Desa dan Ketua BPD Desa Kwangsan menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan studi komparatif sebagai upaya peningkatan kapasitas aparatur desa serta pertukaran pengetahuan dan pengalaman antar desa dalam rangka percepatan pembangunan desa berbasis teknologi informasi.
Kepala Desa Kauman menjelaskan bahwa percepatan Desa Digital dimulai dari optimalisasi website desa sebagai pusat informasi dan layanan publik. Website yang digunakan merupakan website milik desa sehingga pengelolaan data lebih aman, mandiri, serta fitur dapat dikembangkan sesuai kebutuhan desa. Melalui website tersebut, masyarakat dapat mengakses berbagai informasi penting, antara lain data penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT), produk hukum desa berupa Peraturan Desa, serta informasi penyelenggaraan pemerintahan desa lainnya. Selain itu, Desa Kauman juga melakukan digitalisasi administrasi desa untuk mengantisipasi kerusakan arsip fisik akibat usia dan faktor lingkungan.
Dalam mendukung keamanan dan ketertiban masyarakat sebagai bagian dari konsep Smart Village, Desa Kauman telah membangun jaringan lokal desa berbasis fiber optik sepanjang kurang lebih 11 kilometer. Jaringan tersebut dimanfaatkan untuk mendukung pemasangan 32 titik kamera CCTV yang tersebar di seluruh wilayah desa dan terhubung ke pusat kendali yang dapat diakses oleh Kepala Desa, Babinsa, serta Perangkat Desa. Ke depan, Desa Kauman berencana menambah 16 titik CCTV berdasarkan usulan masyarakat melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes).
Website desa yang telah dibangun juga menjadi sarana utama dalam mendukung transparansi dan akuntabilitas pemerintahan desa, sekaligus sebagai media komunikasi dua arah antara pemerintah desa dan masyarakat, sehingga mendorong partisipasi publik dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.
Pada hari kedua, Kepala Desa Kauman menegaskan bahwa konsep Desa Digital yang dikembangkan merupakan bagian dari pembangunan Smart Village, yang tidak hanya berfokus pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga pada transformasi sistem kerja, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi informasi.
Disampaikan pula bahwa terdapat lima indikator utama Desa Digital, yaitu:
Ketersediaan infrastruktur digital desa, termasuk jaringan internet dan CCTV.
Pelayanan publik berbasis teknologi, seperti kanal layanan cepat, kanal pengaduan, dan pelayanan melalui website.
Pemberdayaan masyarakat melalui teknologi, termasuk rencana pengembangan perpustakaan digital.
Kreativitas dan inovasi pemanfaatan teknologi, dengan website desa sebagai pusat integrasi seluruh aplikasi.
Keberlanjutan dan pengelolaan teknologi, yang direncanakan secara terstruktur dalam RPJMDes dan RKPDes.
Dalam sesi diskusi dan tanya jawab, disampaikan bahwa Website Desa Kwangsan saat ini masih menggunakan website milik Kominfo. Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Desa Kauman menyatakan kesiapan untuk membantu pengembangan website milik desa bagi Desa Kwangsan, termasuk pendampingan teknis dan pengelolaan, dengan tetap melalui koordinasi serta pemenuhan aspek legalitas dengan Dinas Kominfo.
Melalui kegiatan studi komparatif ini, Pemerintah Desa dan BPD Desa Kwangsan diharapkan mampu mengadopsi praktik baik pengelolaan Desa Digital dan pengembangan Smart Village yang telah diterapkan oleh Desa Kauman. Hasil kegiatan ini selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi dan perencanaan program digitalisasi desa guna meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. Ysa
Hendro
25 Desember 2024 10:56:56
Pak lurah kwangsan ok tok ...