Cegah Stunting, Desa Kwangsan Rapatkan Barisan Lewat Rembuk Stunting Pra Musrenbangdes
Pemdes Kwangsan - Jajaran pemerintah dan kelembagaan Desa Kwangsan, para kader kesehatan, tenaga pendamping desa, hingga unsur pendidikan berkumpul bersama di Balai Desa Kwangsan Kecamatan Sedati Rabu 7 Juli 2026. Mereka menggelar Rembuk Stunting Pra Musrenbangdes sebagai bagian dari penyusunan Rencana Pembangunan Desa (RKP Desa) Tahun 2027 sekaligus menyusun rencana aksi bersama pencegahan stunting di wilayah tersebut.
Acara dibuka oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan doa. Sambutan pertama disampaikan oleh Wakil Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kwangsan Ibu Jumini yang mewakili Ketua BPD. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya keberadaan Rumah Desa Sehat (RDS) dan forum Rembug Stunting Pra Musrenbangdes sebagai wadah koordinasi lintas pihak, sekaligus memberikan sejumlah rekomendasi agar program pencegahan stunting berjalan lebih terarah.
Kepala Desa Kwangsan Bpk. Sutrisno, turut memberikan sambutan. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader dan pihak yang selama ini terlibat dalam program pencegahan stunting. "Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh kader dan pihak yang terlibat dalam program ini, sehingga bisa memberikan manfaat kesehatan bagi masyarakat Desa Kwangsan," ujar Bpk. Sutrisno dalam sambutannya.
Materi inti disampaikan oleh Tenaga Ahli Percepatan Penanggulangan Kemiskinan dan Pembangunan Desa (P3D) Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) dari Kementerian Desa Kabupaten Sidoarjo Bpk. H. Moch. Saichu, S.S, M.Si, bersama Kepala Seksi Sosial (Kasos) Kecamatan Sedati Ibu Dwi Retno Juniawanti, S.KM. Dalam pemaparannya Bpk. H. Moch. Saichu, S.S, M.Si, menjelaskan terkait pengorganisasian kelembagaan program pencegahan dan percepatan penurunan stunting, mulai dari struktur kelembagaan Percepatan Penurunan Stunting (P3S) di tingkat desa, para pelaku dan peran utamanya, struktur Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) desa, hingga alur hubungan antarpihak dalam pendataan dan pelaporan. Sejumlah contoh data administratif RDS serta praktik Focus Group Discussion (FGD) dalam Rembug Stunting Desa turut disampaikan sebagai acuan.
Sesi berikutnya adalah Rembug Stunting yang dipandu oleh Pendamping Lokal Desa, Muhammad Afshohil Ardan, bersama Pendamping Desa, M. Nanang Machin. Peserta dibagi ke dalam tiga kelompok diskusi terarah (FGD) berdasarkan paket layanan konvergensi stunting, yakni kelompok PAUD, kelompok Posyandu, dan kelompok Komunitas/Keluarga. Setiap kelompok memetakan permasalahan pada layanan masing-masing sebelum merumuskan usulan program dan kegiatan berdasarkan laporan hasil konvergensi pencegahan stunting di desa, sekaligus menyusun Program Kerja Rumah Desa Sehat (RDS) untuk tahun 2026.
Rangkaian acara ditutup dengan pemaparan hasil diskusi dari masing-masing kelompok. Setiap kelompok menyampaikan usulan program dan kegiatan konkret yang akan menjadi bahan masukan bagi penyusunan RKP Desa Kwangsan Tahun 2027, sekaligus memperkuat arah kerja Rumah Desa Sehat pada tahun mendatang. (Ysa)

Hendro
25 Desember 2024 10:56:56
Pak lurah kwangsan ok tok ...