Pemdes Kwangsan - Sebanyak puluhan remaja berusia 10 hingga 19 tahun berkumpul di Pendopo Balai Desa Kwangsan, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, pada Juni 2026 lalu untuk mengikuti kegiatan Posyandu Remaja. Langkah ini diinisiasi oleh Pemerintah Desa Kwangsan yang berkolaborasi dengan petugas kesehatan Puskesmas Sedati, bidan desa, serta kader remaja setempat. Kegiatan periodik ini digelar guna memantau perkembangan fisik dan psikologis generasi muda sekaligus memberikan edukasi menyeluruh mengenai kesehatan reproduksi, kesehatan mental, hingga gaya hidup sehat bebas napza.
Sejak pagi, keriuhan positif tampak di pendopo desa. Para remaja mengantre dengan tertib melewati sistem pelayanan lima meja yang terstruktur, mulai dari pendaftaran, pengukuran fisik, pencatatan, pelayanan kesehatan, hingga meja penyuluhan. Di meja kedua, petugas dengan cekatan mengukur tinggi badan, menimbang berat badan, mengukur Lingkar Lengan Atas (LILA), serta memeriksa tekanan darah para remaja untuk mendeteksi dini risiko kesehatan seperti anemia atau masalah gizi.
Sesi penyuluhan dari Puskesmas Sedati kali ini terasa berbeda. Tidak sekadar membagikan Tablet Tambah Darah (TTD) untuk remaja putri, petugas kesehatan juga membuka ruang diskusi interaktif mengenai pemenuhan gizi seimbang, bahaya perundungan (bullying), hingga manajemen stres akademik yang kerap melanda usia sekolah.
Bidan Desa Kwangsan Ibu Nur Maryanah, Amd.Keb menekankan pentingnya ruang aman bagi remaja ini. "Kami ingin mengubah stigma bahwa posyandu hanya untuk bayi dan balita. Lewat posyandu remaja ini, kami merangkul mereka agar tidak canggung memeriksakan kesehatan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk mencegah masalah gizi, seperti stunting di masa depan melalui penanganan anemia sejak dini," ujarnya beliau di sela-sela kegiatan.
Kendati antusiasme remaja dari berbagai dusun di Kwangsan terus menunjukkan tren positif, pihak penyelenggara mencatat sejumlah tantangan. Salah satunya adalah masih adanya sebagian remaja usia sekolah menengah atas yang berhalangan hadir akibat bentrok dengan jadwal ekstrakurikuler atau kursus. Untuk menyiasati hal tersebut, ke depan waktu pelaksanaan direncanakan lebih fleksibel pada akhir pekan, dibarengi publikasi kreatif di media sosial oleh kader remaja.
Melalui konsistensi program ini, Pemerintah Desa Kwangsan menaruh harapan besar agar generasi muda mereka tumbuh menjadi pribadi yang sehat, produktif, dan tangguh secara mental. Pemerintah desa berkomitmen untuk terus mendukung penuh fasilitas pelayanan ini, dengan harapan para remaja Kwangsan kelak mampu menjadi agen perubahan (peer educator) yang aktif menyebarkan virus positif hidup sehat bagi teman sebaya mereka, demi mewujudkan lingkungan desa yang bebas dari pernikahan dini dan berbagai masalah sosial lainnya. (Ysa,kpr)
Hendro
25 Desember 2024 10:56:56
Pak lurah kwangsan ok tok ...