Jika ada saran, pertanyaan, keluhan maupun kritikan dan pengaduan silahkan ajukan dengan menggunakan layanan dibawah...
Kantor Desa :
Jl. Mangkurejo Rt. 001 Rw. 001 Desa Kwangsan Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo Provinsi Jawa Timur, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo - Provinsi Jawa Timur
Studi Komparasi Pemdes Kwangsan Ke Desa Segoro Tambak Terkait Tata Kelola Sampah
Administrator | 04 Juli 2026 | 2 Kali dibuka
Artikel
Studi Komparasi Pemdes Kwangsan Ke Desa Segoro Tambak Terkait Tata Kelola Sampah
Administrator
04 Juli 2026
2 Kali dibuka
Pemdes Kwangsan - Tim Penyusun Rancangan Peraturan Desa (Raperdes) Desa Kwangsan melakukan kunjungan studi komparasi ke Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Desa Segoro Tambak, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, pada Kamis 2 Juli 2026 pukul 09.30 WIB. Langkah ini diambil guna mendalami sistem tata kelola sampah mandiri berbasis Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) demi menyempurnakan draf regulasi persampahan lokal yang tengah digodok oleh Pemerintah Desa Kwangsan.
Kedatangan Tim Penyusun Rancangan Peraturan Desa (Raperdes) Desa Kwangsan disambut hangat oleh Kepala Desa Segoro Tambak Ibu HJ. Anik Mahmuda, S. AP. MM, Sekretaris Desa. Edi setiawan, serta Ketua KSM Bapak Suriyanto. Satu hal yang menarik perhatian dalam studi ini adalah penerapan instrumen sanksi dan penghargaan reward) yang tegas guna membentuk kedisiplinan warga. Pendekatan ini dinilai efektif dalam menjaga kebersihan lingkungan desa antara lain Sanksi Pembuangan Liar, Sayembara Warga, serta Sanksi Administratif. Di sisi lain, keadilan sosial tetap dikedepankan lewat skema subsidi silang. Dari total sejumlah rumah tangga yang dilayani, keluarga yang dikepalai oleh janda tidak mampu dibebaskan sepenuhnya dari iuran bulanan.
Setiap harinya TPS3R Segoro Tambak mengelola timbulan sampah rumah tangga hingga mencapai 2 ton. Penanganan volume yang masif ini bertumpu pada manajemen waktu yang presisi dan sistem operasional yang terukur. Aktivitas pengelolaan sampah harian di TPS3R Desa Segoro Tambak dirancang dengan manajemen waktu yang terstruktur dan terintegrasi dalam tiga tahapan utama setiap harinya. Siklus diawali pada pagi hingga menjelang siang hari, di mana petugas melakukan pengangkutan sampah langsung dari rumah-rumah warga secara berkala, yaitu setiap dua hari sekali. Memasuki siang hari hingga selesai, aktivitas bergeser ke area TPS3R untuk proses pemilahan. Pada tahap ini, petugas secara khusus memisahkan sampah-sampah yang masih memiliki nilai ekonomis untuk dijual kembali. Siklus harian ini ditutup dengan target akhir hari yang tegas, di mana seluruh sisa sampah yang tidak bernilai jual wajib selesai dibakar pada hari yang sama menggunakan tungku pembakaran, sehingga tidak menyisakan penumpukan dan hanya meninggalkan residu berupa abu.
Kepala Desa Kwangsan Bapak Sutrisno, yang memimpin langsung rombongan studi komparasi ini menyatakan kekagumannya terhadap tata laksana di lapangan. "Kami melihat adanya komitmen tata kelola yang rapi, terutama bagaimana skema insentif dan disinsentif mampu berjalan beriringan dengan partisipasi aktif masyarakat setempat," ujar Bapak Sutrisno di sela-sela peninjauan lapangan.
Dari aspek finansial, pengelolaan ini mengandalkan pembiayaan gotong royong yang berkelanjutan. Meskipun aktivitas pemilahan hanya difokuskan pada sampah bernilai ekonomi dan sisa residunya langsung dibakar menggunakan tungku khusus, namun sistem ini terbukti efektif menekan penumpukan sampah di tingkat tapak. Hasil abu pembakaran pun tidak dibuang ke TPA, melainkan dimanfaatkan kembali sebagai material urug di sekitar area fasilitas desa.
Melalui studi komparasi ini Pemerintah Desa Kwangsan berharap dapat mengadopsi sekaligus mengembangkan teknologi tungku pembakaran serupa yang ramah lingkungan di wilayahnya. Harapan besar disematkan pada pemanfaatan alat pembakaran ini agar mampu menjadi solusi mutakhir dalam menyapu bersih sisa residu sampah harian tanpa menimbulkan polusi udara yang mengganggu permukiman. Dengan implementasi tungku pembakaran yang optimal dan terukur di masa depan, Desa Kwangsan optimis mampu mencapai target kemandirian pengelolaan sampah, mewujudkan lingkungan desa yang bersih bebas penumpukan, sekaligus mengubah sisa abu pembakaran menjadi material alternatif yang bermanfaat bagi pembangunan fasilitas publik desa. (Ysa)
Hendro
25 Desember 2024 10:56:56
Pak lurah kwangsan ok tok ...